SEJARAH DESA JALING

SEJARAH DESA JALING

        Tidak ada dokumen yang menjelaskan siapa dan kapan penamaan Itterung muncul. Namun diperkirakan nama Itterung berawal dari tradisi lisan turun temurun yang didasarkan adanya unsur toponim. Oleh karenanya umumnya masyarakat menghubungkan nama itterung dengan tanaman sayuran terong.

        Secara historis sebelum kerajaan Bone terbentuk sudah terbentuk kerajaan kecil salah satu diantaranya kerajaan yang masuk dalam kawasan Babangna Uwwae yaitu daerah yang berada disekitar aliran sungai Cenrana (Welanae) dan daerah sekitar teluk Bone seperti Lea, Lamurukung, Itterung dan beberapa daerah yang kini masuk dalam wilayah kecamatan Cenrana.

        Pada tahun 1946 struktur Pemerintahan kerajaan Bone mengalami perubahan dimana kerajaan-kerajaan kecil dilebur kedalam 31 distrik/Onder Distrik. Desa Itterung sendiri masuk ke dalam Onder Distrik Kung. Dalam perkembangan selanjutnya, Bone kemudian berkembang terus dan pada akhirnya menjadi satu daerah yang memiliki wilayah yang luas, dan dengan Undang-undang Nomor 29 Tahun 1959, berkedudukan sebagai Daerah Tingkat II Boneyang merupakan bagian integral dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

        Pada tahun 1961 nama distrik/onder distrik mengalami perubahan menjadi kecamatan dimana saat itu terbentuk 21 kecamatan dalam sistem Pemerintahan Kabupaten Bone. Salah satu kecamatan yang terbentuk saat itu adalah kecamatan Tellu Siattinge yang membawahi 12 desa dan salah satu desa tersebut adalah Desa Itterung. Desa Itterung terdiri dari gabungan enam perkampungan kecil yaitu Assanggarakenguwwae yang biasa juga di kenal kampung Kalukue, Ajassalo, Itterung, Ajattawaro, Lapulla dan Cilellang.

        Dalam perjalanan sistem Pemerintahan Desa Itterung telah dipimpin oleh 4 Kepala Desa, yaitu :

  1. H.A. Abdullah        : Menjabat Tahun 1961 - 1989
  2. H.A. Massarappi.  : Menjabat Tahun 1989 - 2008
  3. A. Yakub, A.Md.    : Menjabat Tahun  2008 - 2021
  4. Lukman, S.Pi.        : Menjabat Tahun 2021 - Sekarang